Mei 23, 2021

Sinopsis dan Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning

Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning
Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning

Hikayat merupakan salah satu sastra prosa Melayu yang didalamnya berisikan cerita, amalan dan dongeng. Salah satu ciri umum dari hikayat adalah cerita hikayat mengandung kemustahilan dan kehebatan dari tokoh yang diceritakan. Pada kesempatan kali ini, Kangenge akan membagikan artikel tentang hikayat Bunga Kemuning.

Secara keseluruhan, Isi pokok cerita hikayat Bunga Kemuning ini menceritakan tentang nasib buruk yang menimpa Sibungsu, Putri Kuning karena sering dianiaya oleh kakak-kakaknya. Namun di dalam cerita hikayat ini juga mengandung beragam peristiwa kekeluargaan dan bentuk kasih seorang ayah kepada anaknya.

Secara lengkap perhatikan sinopsis hikayat Bunga Kemuning di bawah ini.

Sinopsis Hikayat Bunga Kemuning

Ringkasan Hikayat Bunga Kemuning

Cerita dimulai ketika sang Raja memiliki sepuluh orang anak. Anak-anaknya nakal, bandel dan susah diatur. Hal ini diperparah dengan kematian istrinya ketika melahirnya sibungsu, Putri Kuning. Akhirnya kesepuluh putri anak raja tersebut diasuh oleh inang pengasuh anak di Istana.

Berbeda dengan kakak-kakaknya, Putri Kuning lahir baik dan terdidik. Sehingga menjadi Putri kesayangan sang Raja. Namun karena hal inilah dia dirundung dan dianiaya oleh kakak-kakaknya.

Suatu hari sang Raja pergi ke sebuah negeri. Disana ia membelikan kalung permata berwarna hijau untuk Putri Kuning karena rajin dan baik. Keputusan ini tak disambut baik oleh kakak-kakaknya.

Mulailah Putri Kuning menerima berbagai cemooh dan pukulan dari kakak-kakkanya, hingga akhirnya Putri Kuning meninggal.

Cerita masih berlanjut hingga akhirnya lahir bunga Kemuning.

Cerita Lengkap Hikayat Bunga Kemuning

Selain versi ringkasannya diatas, Kangenge juga menyiapkan versi lengkap dari hikayat Bunga Kemuning ini. 

Hikayat Bunga Kemuning

Alkisah, pada zaman dahulu kala ada seorang raja yang dikenal arif dan bijaksana. Ia memiliki sepuluh orang puteri berparas cantik jelita bernama Puteri Jambon, Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona, dan Puteri Kuning. Tetapi karena terlalu sibuk mengatur kerajaan, sang raja tidak sempat mendidik mereka dengan baik. Sementara sang isteri telah meninggal dunia ketika melahirkan puterinya yang bungsu. Sang raja terpaksa menyerahkan pengasuhan anak-anaknya pada inang pengasuh kerajaan.

Ternyata sang inang pengasuh tidak kuasa mengasuh seluruh puteri raja. Hanya si bungsulah, yaitu Puteri Kuning yang berhasil didik dengan baik hingga menjadi anak yang selalu riang, ramah pada setiap orang dan memiliki budi pekerti baik. Sementara kakak-kakaknya tumbuh menjadi anak manja dan nakal. Mereka tidak mau belajar dan membantu Sang Raja. Setiap hari kakak-kakak Puteri Kuning kerjanya hanya bermain di sekitar danau dan atau bertengkar memperebutkan sesuatu.

Suatu hari Sang Raja hendak berkunjung ke kerajaan lain dalam rangka menjalin silaturrahim. Untuk itu ia mengumpulkan seluruh puteri-puterinya. Kepada mereka Sang Raja berkata, “Aku hendak pergi ke kerajaan lain selama beberapa minggu. Buah tangan apa yang kalian inginkan?”.

Tanpa menimbang-nimbang lagi, si sulung (Puteri Jambon) berkata, “Aku ingin perhiasan yang mahal.”

Permintaan yang hampir serupa mahal dan mewahnya juga diajukan oleh adik-adik Puteri Jambon. Hanya Puteri Kuning sajalah yang mendekat dan memegang lengan ayahnya sambil berkata, “Aku hanya ingin ayah kembali dengan selamat.”

“Sungguh baik perkataanmu, wahai puteriku. Mudah-mudahan saja aku dapat kembali dengan selamat dan membawakan hadiah yang indah untukmu,” kata sang raja.

Singkat cerita, setelah Sang Raja pergi kelakuan anak-anaknya malah menjadi semakin nakal dan malas. Bukannya bersedih, mereka malah merasa gembira karena selain Sang Raja, di seluruh kerajaan tidak ada yang berani melarang. Kesempatan ini mereka pergunakan untuk membentak dan menyuruh para inang pelayan sekehendak hati. Para inang pun menjadi sibuk sehingga tidak sempat membersihan taman istana kesayangan Sang Raja.

Melihat hal itu Puteri Kuning segera mengambil sapu dan mulai membersihkan taman kesayangan ayahandanya. Dedaunan kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan berlebih dipangkasnya agar terlihat lebih rapi. Sementara kakak-kakaknya yang melihat Puteri Kuning sibuk di taman, malah mencemooh. “Lihat, tampaknya kita memiliki pelayan baru,” kata salah seorang diantaranya.

“Hai pelayan! Kami masih melihat banyak kotoran di sini!” ujar salah seorang kakaknya sambil melemparkan sampah ke arah taman. Sejurus kemudian, mereka pun langsung menyerbu dan mengacak-acak taman. Dan, setelah puas mengacak-acak taman lalu pergi begitu saja menuju danau untuk bermain sambil berenang. Begitu kelakuan kakak-kakak Puteri Kuning setiap harinya hingga ayah mereka pulang.

Ketika Sang Raja pulang, ia hanya mendapati Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana, sementara kesembilan kakaknya sedang asyik bermain di danau. Ia agak kecewa karena telah bersusah payah membawakan buah tangan tetapi tidak disambut dengan hangat oleh anak-anaknya. Hanya Puteri Kuninglah yang berlari sendirian untuk menyambutnya dengan rasa suka cita.

Sambil berjalan menuju teras, Sang Raja berkata, “Anakku yang rajin dan baik budi. Ayah hanya dapat memberimu sebuah kalung batu hijau. Ayahanda telah mencari di seluruh pelosok kerajaan seberang tetapi tidak menemukan kalung batu kuning seperti warna kesayanganmu”.

“Sudah tidak mengapa, Ayahanda. Kalung batu hijau juga akan serasi dengan warna bajuku,” kata Puteri Kuning lemah lembut.

Keesokan harinya, walau seluruhnya telah diberi cinderamata, tetapi masih saja ada yang iri. Salah satunya Puteri Hijau yang melihat Puteri Kuning memakai kalung batu hijau segera menghampiri. “Wahai adikku, seharusnya kalung itu milikku karena berwarna hijau. Kenapa sampai ada di lehermu?” tanya Puteri Hijau dengan perasaan iri.

“Ayah memberikannya padaku,” sahut Puteri Kuning singkat dan jelas.

Puteri Hijau tidak terima penjelasan Puteri Kuning. Dia segera berlari pergi menemui saudari-saudarinya yang lain. “Kalung hijau yang dipakai Si Kuning sebenarnya milikku. Tetapi dia mengambilnya dari saku ayah!” katanya menghasut ke delapan saudarinya.

Mendengar hasutan Puteri Hijau saudari-saudarinya menjadi panas hati. Mereka kemudian bersepakat untuk merampas kalung itu dari tangan Puteri Kuning. Kesembilan adik-beradik tersebut lalu bersama-sama menemui puteri hijau. Setelah bertemu, mereka langsung memaksa Puteri Hijau untuk menyerahkan kalungnya. Tentu saja ia menolak dan akhirnya terjadilah perkelahian sengit hingga kepalanya terkena pukulan dan meninggal saat itu juga.

“Dia meninggal!” seru Puteri Jingga panik.

“Kita harus menutupi kejadian ini,” kata Puteri Merah Merona.

“Kalau begitu kita harus cepat menguburkannya agar Ayahanda dan seisi istana tidak mengetahui kejadian ini!” kata Puteri Jambon kepada saudari-saudarinya.

Sepakat dengan Sang Kakak (Puteri Jambon), mereka pun lantas beramai-ramai mengusung jasad Puteri Kuning untuk dikuburkan di tengah taman istana. Bersama jasad Sang Puteri Kuning, turut pula dikuburkan benda yang menjadi bahan perebutan, yaitu kalung batu hijau. Benda ini dikuburkan sendiri oleh Puteri Hijau yang memicu ada pertengkaran dan perkelahian dengan Puteri Kuning.

Sore harinya, entah mengapa Sang Raja merasa kangen dan ingin berbincang dengan Puteri Kuning di taman istana tempatnya biasa bermain. Namun, karena tidak menemukannya, dia lalu memanggil para puterinya yang lain untuk menanyakan keberadaan adik bungsu mereka. Satu per satu ditanyainya, tetapi tidak ada seorang pun yang mau berterus terang. Mereka memilih tutup mulut dan pura-pura tidak mengetahui keberadaan Puteri Kuning.

Khawatir akan keberadaan dan keselamatan puteri bungsunya, raja lalu menitah para pengawal kerajaan untuk mencarinya ke seluruh penjuru istana. “Hai, para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!” teriaknya gusar.

Pencarian Puteri Kuning selama berhari-hari hingga berminggu-minggu di seluruh penjuru istana tentu saja sia-sia belaka karena telah dikubur sangat rapi oleh saudari-saudarinya hingga tidak ada bisa menyangkanya. Hal ini membuat Sang Raja menjadi sangat sedih dan menyesal karena tidak mampu menjaga, merawat, dan mengarahkan puteri-puterinya. Mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang egois, tidak peduli terhadap sesama serta tidak patuh terhadap nasihat orang tua. Oleh karena itu Sang Raja segera mengirimkan mereka ke negeri seberang untuk belajar budi pekerti. Tujuannya, agar mereka menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan dapat saling menjaga antara satu dengan lainnya.

Beberapa minggu setelah para puteri raja belajar budi pekerti di negeri seberang, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. “Tanaman apakah ini?” seru Sang Raja heran. “Batangnya bagaikan jubah Puteri Kuning, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, sementara bunganya putih kekuningan dan berbau sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning,” tambahnya.

Sejak saat itulah bunga tersebut diberi nama bunga kemuning karena mengingatkan raja pada Puteri Kuning. Dan, sama seperti Puteri Kuning, bunga kemuning memiliki banyak kebaikan. Bunganya dapat digunakan untuk mengharumkan rambut, batangnya dapat dipakai untuk membuat kotak-kotak indah, dan kulit kayunya dapat ditumbuk untuk dijadikan bedak penghalus wajah.

Setelah membaca secara lengkap mari kita pahami unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.

Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning

Tema

Hikayat Bunga Kemuning ini bertemakan kemalangan yang diterima oleh anak bungsu karena perilaku kakak-kakaknya.

Tokoh dan watak

  1. Sang Raja : sibuk, baik hati, dan bijaksana. Dibuktikan dari pemaparan "Sang Raja sibuk sehingga tidak bisa mendiidk anak-anaknya; sang Raja memberikan buah tangan untuk anak-anaknya"
  2. Putri Kuning : protagonis, baik dan penyabar. Dibuktikan dari "Putri Kuning membantu merawat taman; Putri Kuning dicemooh sebagai pelayan oleh kakak-kakaknya namun Putri Kuning sabar dan tetap membantu merawat taman"
  3. Pelayan : baik dan suka menolong.
  4. Kakak Putri Kuning : antagonis, jahat dan sombong. Dibuktikan dari "Hai pelayan! Kami masih melihat banyak kotoran di sini!” ujar salah seorang kakaknya sambil melemparkan sampah ke arah taman. Sejurus kemudian, mereka pun langsung menyerbu dan mengacak-acak taman.

Latar tempat, waktu dan suasana

  1. Latar tempat: Istana kerajaan, taman kerajaan.
  2. Latar waktu : Pagi dan siang hari
  3. Latar suasana : Tegang, sedih dan haru.

Alur

Alur maju. Dibuktikan dari setiap paragraf waktunya konsisten menceritakan dari satu peristiwa ke peristiwa lain.

Sudut pandang

Sudut pandang orang ketiga serba tahu. Dibuktikan dari cerita penulis menceritakan tokoh yang serba tahu akan detail, peristiwa yang terjadi.

Amanat

Amat yang terkandung dalan hikayat Bunga Kemuning ini adalah hargailah orang lain dan jangan memperlakukan semena-mena. Karena dengan menghargai orang lain kita juga akan dihargai.

Lalu sebagai orang tua, awasilah anak-anak mu. Perbuatan anak mu mencerminkan bagaimana sikapmu kepada anak-anaknya.

Download Hikayat Bunga Kemuning Pdf

Untuk kamu yang membutuhkan cerita Hikayat Bunga Kemuning ini, Kangenge sediakan link untuk mendownloadnya. File berbentuk pdf sehingga bisa lebih mudah dan fleksibel untuk membacanya.

Hikayat Bunga Kemuning.pdf 200kb

Penutup

Sekian artikel mengenai Cerita Lengkap Hikayat Bunga Kemuning. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terima kasih selamat belajar dan terus semangat menggapai cita-cita!

Label: ,

Januari 08, 2021

Contoh Mereview Buku Yang Baik, Lengkap!

Contoh mereview buku
Contoh review buku

Setelah kemarin Kangenge merilis artikel panduan mereview buku, sekarang Kangenge akan memberikan contoh bagaimana mereview buku yang baik. Dalam pembuatan artikel ini, Kangenge juga mencoba mencari referensi dari hasil review buku yang orang lain lakukan terhadap buku ini. Buku yang Kangenge review ini cukup populer. Apalagi buku ini sudah diangkat ke layar lebar, mantap sekali. Buku ini adalah karya Andrea Hirata dengan judul Laskar Pelangi. 

Contoh Review Buku Laskar Pelangi

Kangenge harap setelah membaca artikel panduan mereview buku dan artikel contoh review buku ini kamu langsung mempraktikannya agar lebih paham. Lakukan saja terlebih dahulu, minta pendapat temanmu terhadap hasil review bukumu. Semangat!

Identitas Buku

  • Judul buku : Laskar Pelangi
  • Penulis : Andrea Hirata
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Tahun terbit : Cetakan I, September 2005
  • Jumlah halaman : xvi + 532 halaman 

Sinopsis Buku

Dan ternyata jika hati kita tulus berada di dekat orang berilmu, kita kan disinari pancaran pencerahan, karena seperti halnya kebodohan, kepintaran pun sesungguhnya demikian mudah menjalar.

Kalimat diatas merupakan salah satu kalimat yang ada di buku tersebut. Dari kalimat tersebut sudah terbayangkan bahwa novel ini bercerita tentang kehidupan sekolahan. Tepatnya novel Laskar Pelangi ini mengisahkan tentang kehidupan anak-anak di sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong provinsi Bangaka Belitung. 

Cerita diawali dengan permasalahan terancam tutupnya sekolah Muhammadiyah tersebut karena kekurangan murid. Sekolah akan tutup jika muridnya kurang dari 10 orang. Sedangkan sekolah Muhammadiyah itu hanya ada 9 orang murid baru. Kegelisahan ini dirasakan oleh murid baru, orang tua murid, ibu Muslimah sebagai wali kelas dan bapak Harfan Effendy sebagai kepala sekolah.

Bahkan pak Harfan sudah bersiap-siap untuk berpidato penutupan sekolah padahal hari itu adalah hari pertama masuk sekolah. Namun sebelum pidato tersebut berlangsung, datanglah seorang anak yang bernama Harun. Harun memiliki keterbelakangan mental. 

Akhirnya kuota terpenuhi dan sekolah Muhammadiyah tidak jadi ditutup. Sejak saat itulah kisah perjalanan Laskar Pelangi sebutan yang mereka dapat dari ibu Muslimah karena kesenangan mereka terhadap pelangi pun dimulai.

Novel Ini Sangat Menarik

Novel ini merupakan salah satu novel terbaik yang saya baca. Apalagi novel ini memenangkan beragam penghargaan Internasional. Diantaranya Winner General Fiction New York Book Festifal 2013 USA, Winner Buchawards 2013 Germany. Bahkan novel ini diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa untuk dinikmati semua orang di dunia. 

Novel ini sangat menarik karena isinya mengandung banyak kisah inspiratif. Dari novel Laskar Pelangi saya mendapatkan bahwa meraih mimpi merupakan hal setiap orang. Tidak dibatasi oleh keadaan dan dari mana kita berasal. Siapa pun dan dari mana pun kita, bisa bermimpi dan tentunya harus punya mimpi. Cara terbaik untuk meraihnya adalah dengan teguh dan semangat serta jangan lupa berdoa.

Selain itu dalam novel ini juga banyak pelajaran dan nasihat yang bisa diambil. Diantaranya tentang menuntut ilmu. Hidup yang terbatas ini bukan menjadi hambatan dalam menuntut ilmu. Hiduplah dengan senang dan tenang namun tetap jalani kewajiban. Menuntut ilmu bukan hanya sekedar kewajiban, namun juga kebutuhan. Mimpi yang ingin diraih itu bisa digapai salah satunya dengan ilmu. 

Terlepas dari kesan serius yang ada dalam novel ini, Andrea Hirata sukses menysipkan beberapa humor yang cukup menghibur sehingga suasana novel ini pun tetap santai dan membuat senyum-senyum sendiri, yaaa begitulah.

Kesimpulan

Dari tetralogi (4 seri) yang ditulis Andrea Hirata, Laskar Pelangi merupakan novel pertama lalu dilanjutkan dengan novel Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Dari keempat novel tersebut Laskar Pelangi menjadi favorit saya. Novel Laskar Pelangi ini sangat cocok dibaca oleh generasi muda seperti kita yang sedang semangatnya meraih mimpi. Selain itu saya rasa novel ini juga cocok dibaca oleh seorang pendidik. Karena dalam novel ini banyak kisah-kisah inspiratif yang dilakukan oleh ibu Muslimah sebagai seorang wali kelas dan pendidik. Saya beri nilai 4/5. Mantap sekali. 

Penutup

Itulah contoh mereview buku yang baik ala Ilmu Sekolahan. Semoga dapat memberikan gambaran bagaimana caranya mereview sebuah buku. Terima kasih dan semoga bermanfaat. Semangat terus belajar dan gapailah cita-cita!

Label: ,

Januari 01, 2021

Panduan Lengkap! Cara Mereview Buku

Cara review buku
Cara mereview buku

Tak dapat dipungkiri kegiatan mereview buku menjadi salah satu kegiatan yang jarang dilakukan orang untuk mengisi waktu luang khusunya di Indonesia. Kebanyakan dari mereka mereview sebuah buku hanya karena tuntutan tugas yang diberikan guru atau dosen. Salah satu penyebabnya adalah mereka bingung bagaimana cara mereview buku. Harus mulai dari mana, apa saja yang harus ditulis dan banyak hal lain yang menjadi hambatan dalam mereview buku. Terlebih bagi mereka yang memang tidak terlalu suka membaca buku, akan kesulitan dalam melakukan kegiatan ini.

Dilansir dari penerbitbukudeepublish.com kegiatan mereview buku ini sering dilakukan oleh masyarakat di luar negeri. Kegiatan mereview buku ini merupakan hal yang biasa mereka lakukan dan menjadi trend hingga saat ini. 

Namun semenjak adanya media sosial, kegiatan mereview buku sudah banyak dilakukan orang. Biasanya hasil review tersebut dipublikasikan secara bebas di media sosial masing-masing. Saat ini trend mereview buku di Indonesia sudah berkembang. Melihat potensi tersebut Kangenge pun tertarik untuk menulis sebuah artikel yang berisi bagaimana cara mereview buku yang baik dan benar. Selain baik dan benar, panduan ini juga bisa berguna bagi kamu yang ini mereview buku dengan cepat. Panduan ini merupakan hasil dari riset yang Kangenge lakukan. Kedepannya mungkin Kangenge akan membuat infografis mengenai panduan cara review buku ini agar lebih mudah dipahami. Ditunggu saja, yaa!  

Pengertian Review Buku

Sebelum lanjut ke materi pokoknya, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu beberapa informasi dasar dari review sebuah buku.

Review buku terdiri dari dua kata. Yang pertama review berasal dari bahasa Inggris yang berarti mengulas atau ulasan. Ulasan sendiri dalam KBBI diartikan sebagai kupasan, tafsiran atau komentar. Sedangkan buku berarti lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong ataupun bisa diartikan sebagai kitab. 

Sehingga jika kita rangkai didapatkan bahwa review buku adalah sebuah kegiatan mengupas, mentafsirkan, atau memberikan komentar pada sebuah buku.

Mengulas sebuah buku berarti kita memberikan komentar sesuai sudut pandang masing-masing terhadap sebuah buku yang kita baca. Misalnya Kangenge mereview sebuah buku. Berarti Kangenge mengulas buku tersebut, mengomentarinya, apa saja kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut dan sebagainya. Tentu mengomentarinya pun harus sesuai dengan kaidah yang berlaku. Tidak untuk menjatuhkan namun untuk memberikan tanggapan saja.

Persiapan Sebelum Mereview Buku

Sebelum mereview sebuah buku, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Hal-hal ini bisa menjadi faktor penentu bagaimana caranya menyusun review buku tersebut.

Baca juga: Contoh Mereview Buku yang Baik

Baca buku yang sudah direview

Sebelum mereview sebuah buku coba kamu baca-baca terlebih dahulu hasil review buku yang dibuat orang lain. Setelah itu coba kamu baca buku tersebut. Pahami bagaimana cara orang tersebut mengulas isi buku tersebut. Kegiatan ini merupakan langkah awal sebelum membuat sebuah ulasan buku sehingga nantinya kamu tidak akan kebingungan bagaimana caranya menyusun sebuah review buku. 

Bedakan penulisan review buku umum, buku pendidikan ataupun buku sastra

Buku-buku tersebut harus diulas secara berbeda karena tujuan dari buku-buku tersebut juga berbeda. Hal ini penting jangan sampai kamu salah menilai sebuah buku. Nantikan akan terjadi misinformasi terkait isi buku tersebut.

Baca juga: Contoh Paragraf Fakta dan Opini

Pilih buku yang menarik

Subjektif memang, namun hal ini menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan. Pemilihan buku diperlukan untuk memberikan gambaran bagaiamana review bukumu nanti. Pilihlah buku sesuai genre yang biasa kamu baca sehingga kamu bisa membandingkan dengan buku lain yang genre-nya sama. Hal ini bisa mempermudah dalam mengulas dan mengomentari isi bukunya. 

Panduan Membaca Buku yang akan di Review

Ada beberapa tips dalam membaca buku yang akan direview, diantaranya:

Baca daftar isi dan sinopsisnya terlebih dahulu

Sebelum memulai membaca buku secara keseluruhan, coba baca sinopsisnya terlebih dahulu. Setelah itu coba perhatikan daftar isinya. Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran bagaimana isi buku tersebut.

Rileks ketika membaca buku

Hadirkan perasaanmu ketika membaca buku. Rileks dan nikmatilah. Temani membacamu dengan secangkir teh dan biskuit jika perlu. Namun jangan sampai perhatianmu teralihkan. Tetap fokus dan membacalah.

Amati tiap alur dan peristiwanya

Amati dan nikmatilah setiap alurnya. Gambarkan bagaimana setiap alur tersebut terjadi. Bayangkan jika kamu berada dalam situasi tersebut. Coba hanyutkan pikiranmu untuk menikmati isi cerita buku tersebut. 

Selain itu jiga ingin lebih mudah coba review buku itu bab per bab. Amati alurnya per bab. Lalu bandingkan dengan bab lainnya.

Amati gaya bahasa dan penyampaiannya

Amati juga bagaimana gaya bahasa yang digunakan penulis buku tersebut. Pahami bagaimna penulis buku tersebut menerangkan cerita demi ceritanya. Juga bagaimana cerita tersebut disusun.

Buat catatan kecil

Buatlah catatan kecil seputar isi buku. Catatan ini berguna untuk membantumu dalam proses penyusunan tulisan review bukumu nanti.

Cara Review Buku

Sebenarnya tidak ada aturan yang baku mengenai bagaimana cara menyusun sebuah ulasan tentang sebuah buku. Terlebih, tujuan utama dari mengulas buku adalah untuk memberitahukan kepada calon pembaca bagaimana isi dari buku bacaan tersebut menurut pembuat review. Panduan menulis review buku ini buat agar tulisan ulasanmu itu rapi dan terstruktur.

Tulis identitas buku

Awali tulisan ulasan bukumu dengan identitas bukunya. Cantumkan judul bukunya, nama penulisnya, tahun terbit, penerbit, jumlah halaman, ISBN, translator (jika buku hasil terjemahan) dan harga. Sisipkan juga gambar cover buku tersebut. 

Tulis ringkasannya

Selanjutnya setelah menuliskan identitasnya, tulis juga ringkasannya. Ceritakan isi buku tersebut seringkas mungkin. Agar nantinya pembaca tidak perlu terlalu lama untuk memahami ulasan bukumu.

Baca juga: Unsur Intrinsik dan Amanat Hikayat Bayan Budiman

Tuliskan apa saja yang kamu suka dari buku tersebut

Dalam mereview buku, ungkapan-ungkapan yang kamu sukai menjadi hal yang penting. Beritahukan kepada pembaca apa saja yang kamu suka dan kamu rasakan ketika membaca buku tersebut. Tuliskan juga bagian terfavorit dari buku tersebut. Misalnya tokohnya, suasananya, endingnya, atau bahkan penulisnya.

Gambarkan gaya kepenulisan, alur dan settingnya

Selanjutnya deskripsikan bagaimana penulis menyampaikan isi buku tersebut. Ceritakan juga bagaimana penggambaran settingnya, bagaiman alurnya dan sebagainya. Ceritakan juga bagaimana perasaanmu ketika mengetahui endingnya.

Namun perlu diperhatikan, kurangi spoiler. Karena spoiler tidak disukai pembaca review bukumu. 

Tulis kesimpulannya

Selanjutnya yang terakhir dalam mereview sebuah buku adalah menuliskan kesimpulan. Tuliskan kesimpulan hanya dalam beberapa paragraf saja. Jangan terlalu panjang. Berikan juga penilaian dan apa alasannya. Tulis juga penilaianmu dengan angka, misalnya 7/10 atau 3/5. 

Selanjutnya rekomendasikan untuk siapa buku ini ditujukan. Kemukakan pendapatmu mengapa buku ini direkomendasikan kepada mereka. Selain itu kemukankanlah kepada siapa buku ini tidak direkomendasikan. Jangan lupa cantumkan juga alasannya. 

Penutup

Setelah mengetahui cara mereview buku yang baik dan benar tersebut, selanjutnya lakukanlah apa yang kamu dapatkan dari artikel ini. Karena jika kita tidak mencobanya maka tidak akan mengerti. Cobalah untuk terus membuat review buku. Tunjukan kepada keluargamu atau temanmu. Minta saran kepada mereka. Kamu bisa mencoba melihat contohnya bagaimana mereview buku pada artikel berikut.

Baca juga: Contoh Mereview Buku Yang Baik dan Benar

Sekian artikel tentang panduan cara mereview buku. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terima kasih selamat mencoba!

Label: ,

Desember 24, 2020

Perbedaan Laporan dengan Karya Ilmiah, Lengkap!

Perbedaan laporan dengan karya ilmiah
Perbedaan laporan dengan karya ilmiah

Selamat datang para learners di blog Ilmu Sekolahan. Pada kesempatan kali ini Kangenge akan berbagi informasi mengenai perbedaan laporan dengan karya ilmiah secara lengkap. Tentunya isi dari artikel ini lumayan panjang sehingga jika ingin langsung ke perbedaanya bisa diklik tombol daftar isi di kanan atas itu.    

Perbedaan laporan penelitian dan karya ilmiah bisa dilihat dari berbagai aspek diantaranya dari aspek pengertiannya, dari aspek tujuannya dan dari aspek fungsinya itu sendiri. 

Namun sebelum kita membahas mengenai apa saja perbedaan antara laporan dan karya ilmiah, lebih baik kita ketahui terlebih dahulu berbagai informasi mendasar mengenai kedua bentuk teks tersebut agar lebih paham.

Laporan

Pengertian laporan

Laporan merupakan sebuah penyajian yang meyajikan beragam fakta terkait kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau pelapor kepada yang ingin dilaporkan, misalnya bawahan yang membuat laporan kegiatan untuk atasannya. Atau bisa juga kepada instansi terkait misalnya seorang mahasiswa menyerahkan laporan penelitian untuk universitasnya karena sudah melaksanakan kegiatan tertentu. 

Intinya laporan ini berisi fakta-fakta yang telah terjadi yang harus dilaporkan kepada pihak tertentu, misalnya laporan kegiatan yang berisi pertanggung jawaban dari hal-hal yang sudah dilaksanakan sesuai dengan proposal kegiatan. Atau laporan penelitian terkait penelitian yang sudah dilaksanakan seseorang.

Laporan juga bisanya digunakan untuk mengevaluasi suatu kebijakan tertentu yang sudah dilaksanakan.

Tujuan laporan

Sebelumnya sudah Kangenge singgung bahwa salah satu tujuan dibutnya laporan adalah untuk mengevaluasi suatu kebijakan tertentu yang sudah dilaksanakan, namun lebih dari itu ada beberapa tujuan lain berkaitan dengan pembuatan laporan ini.

Dikutip dari blog.unnes.ac.id pembuatan laporan memiliki beberapa tujuan antara lain:

  1. Laporan dibuat untuk mengenal masalah karena laporan dibuat berdasarkan fakta-fakta yang ada;
  2. Laporan dibuat untuk mengusulkan beberapa tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah;
  3. Laporan dibuat untuk membuat rekaman tentang suatu peristiwa; dan
  4. Laporan dibuat dengan tujuan untuk membuat suatu kesimpulan.

Fungsi laporan 

Secara khusus, laporan dibuat sebagai dasar penentuan suatu arah kebijakan yang dibuat oleh pimpinan. Intinya laporan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagaimana kebijakan tersebut dilaksanakan sehingga nantinya menjadi bahan perencanaan kegiatan selanjutnya.

Jenis-jenis laporan

Laporan memiliki beberapa jenis dengan beberapa dasar perbedaan, diantaranya berdasarkan isinya, berdasarkan waktunya, berdasarkan bentuknya, berdasarkan penyampaiannya, dan berdasarkan sifatnya. 

Namun pada postingan ini hanya satu yang akan dibahas yaitu berdasarkan isinya. Mungkin nanti Kangenge akan membuat artikel yang membahas tentang laporan secara lengkap, mungkin.

Berdasarkan isinya laporan dibagi menjadi dua yaitu:

Laporan ilmiah

Laporan ilmiah merupakan laporan yang disusun berdasarkan teori tertentu dan melalui tahapan metode ilmiah. Laporan ilmiah ini tentu bersifat objektif dan ilmiah karena sudah melalui metode penelitian. Misalnya laporan penelitian.

Yang kedua yaitu...

Laporan teknis

Laporan teknis merupakan laporan yang berisi hal-hal teknis terkait penyelenggaraan suatu kegiatan. Laporan teknis juga dikenal sebagai laporan pertanggung jawaban. Misalnya "Laporan Pertanggung Jawaban Penyelenggaraan Peringatan HUT RI ke-74" 

Baca juga: Proposal Kegaiatan 17 Agustusan

Setelah memahami apa itu laporan selanjutnya Kangenge akan menjelaskan mengenai informasi dasar seputar karya ilmiah.

Karya Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan laporan tertentu yang memuat suatu hasil penelitian atau pengkajian terhadap sesuatu yang disusun secara sistematis, logis dan memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Dari namanya saja tentu karya ilmiah ini bersifat ilmiah karena sudah melalui suatu kaidah ilmu pengetahuan tertentu.

Ada beberapa ahli yang berpendapat mengenai pengertian karya ilmiah. Dikutip dari idcloudhost.com menurut Eko Susilo pengertian karya ilmiah yaitu suatu karangan atau tulisan yang ditulis berdasarkan sifat keilmuannya yang didasari dari hasil pengamattan, pemantauan, penelitian dalam bidang tertentu kemudian disusun berdasarkan metode tertentu dan sistematika penulisan yang bersantun serta isinya dapat dipertanggung jawabkan keilmiahannya.

Sedangkan menurut Dwiloka dan Riana, karya ilmiah merupakan suatu karya seseorang yang hendak membagun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang ia dapatkan dari literatur, pengalaman dan penelitian.

Dari beragam pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa karya ilmiah merupakan suatu karya yang dibuat seseorang atau kelompok berdasarkan ilmu dan kaidah tertentu sehingga keilmiahannya dapat dipertanggung jawabkan.

Baca juga: Makalah Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Tujuan karya ilmiah

Secara sederhana karya ilmiah bertujuan untuk mengedukasi pembaca mengenai suatu permasalahan tertentu. Sedangkan secara khusus bisa saja pembuatan karya ilmiah ini untuk memnuhi tugas tertentu misalnya tugas sekolah atau perkuliahan.

Adapun tujuan lain dari pembuatan karya ilmiah antara lain:

  1. Mengungkapkan fakta-fakta terkait permasalahan yang dibahas
  2. Sebagai sarana penyampaian informasi ke masyarakat yang lebih luas lagi
  3. Melatih pengetahuan dan keterampilan seputar penelitian
  4. dsb.

Fungsi karya ilmiah

Karya ilmiah mempunyai beberapa fungsi diantaranya:

  1. Sebagai sarana untuk menyebarkan informasi yang lebih luas lagi kepada masyarakat terkait permasalahan tertentu
  2. Menambah pengetahuan tertentu seputar permasalahan yang dibahas
  3. Menumbuhkan etos ilmiah
  4. Sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya
  5. dsb.

Perbedaan Laporan dan Karya Ilmiah

Selanjutnya masuk ke pembahasan utama yaitu mengenai apa saja perbedaan laporan dengan karya ilmiah bila dilihat dari berbagai aspek. Diantaranya:

Perbedaan dari pengertiannya

Yaa, walaupun masih tergolong mirip namun pengertian laporan dan karya ilmiah memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terletak dari beberapa kata kunci seperti pada laporan "fakta terkait kegiatan" sedangkan dalam karya ilmiah "hasil penelitian atau pengkajian".

Sudah terlihat bahwa laporan cenderung membahas seputar teknis kegiatan sedangkan karya ilmiah terkait hasil penelitian/ pengkajian.

Perbedaan dari maksud dan tujuannya

Perbedaan inilah yang menjadi pembeda paling besar diantara kedua jenis teks tersebut. Pembuatan laporan cenderung untuk melaporkan hal-hal teknis terkait pelaksanaan kegiatan misalnya rangkaian acara yang dijalankan, beban biaya yang dikeluarkan dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam karya ilmiah memuat hasil dari kegiatan penelitian/ kajian yang dilaksanakan. Misalnya hasil penelitian pengamatan terhadap pertumbuhan kacang hijau. Berarti dalam karya ilmiah tersebut berisi bagaimana kacang hijau tersebut tumbuh, apa saja faktornya, apa saja yang menghambatnya dan lain sebagainya. 

Baca juga: Contoh Kata Pengantar untuk Makalah

Perbedaan dari fungsinya

Perbedaan lain pun bisa dilihat dari fungsinya. Fungsi laporan biasanya untuk melaporkan kegiatan yang sudah dilaksanakan kepada seseorang atau instansi yang mengeluarkan kebijakan.

Misalnya dalam lingkungan Rukun Warga, para remaja karang taruna yang tergabung dalam kepanitiaan pelaksanaan 17 Agustusan membuat laporan yang ditujukan untuk seluruh warga RW tersebut yang diwakili oleh ketua RW. Artinya ketua RW lah sebagai penerima laporan dan remaha karang taruna sebagai pemberi laporan terkait telah dilaksanakannya kegatan 17 Agustusan.

Sedangkan karya ilmiah dibuat untuk keperluan ilmu pengetahuan atau untuk sekedar memenuhi tugas yang diberikan oleh guru ataupun dosen.

Kesimpulan

Dari pengertiannya saja sudah berbeda antara laporan dengan karya ilmiah. Masing-masing dari teks tersebut memuat maksud, tujuan dan fungsinya masing-masing. Adapun persamaan dari laporan dan karya ilmiah bisa dilihat dari fakta yang terjadi dilapangan.

Laporan dan karya ilmiah sama-sama memuat fakta-fakta yang memang terjadi di lapangan. 

Sekian artikel mengenai perbedaan laporan dengan karya ilmiah semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terima kasih selamat belajar!

Label: ,

Desember 20, 2020

Pengertian Teks Prosedur, Struktur, Ciri-ciri dan Kaidah Kebahasaan

Pengertian teks prosedur
Pengertian teks prosedur

Selamat datang di Ilmu Sekolahan, pada postingan kali ini Kangenge akan membagikan informasi mengenai teks prosedur. Di postingan sebelumnya Kangenge sudah bagikan beberapa contoh teks prosedur mengenai kerajinan. Sebelumnya juga sudah Kangenge singgung. 

Artikel ini merupakan lanjutan dari secuil pembahasan seputar teks prosedur yang sebelumnya sudah Kangenge singgung. Tentunya artikel ini bertujuan agar kamu lebih memahami apa itu teks prosedur mulai dari pengertiannya, struktur teks prosedurnya, ciri-ciri hingga kaidah kebahasaan.

Pengertian Teks Prosedur

Dalam KBBI, kata prosedur diartikan sebagai "suatu tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas" atau "suatu metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu masalah." Sehingga sudah terbayang bahwa pengertian teks prosedur adalah suatu teks yang berisi suatu cara, metode, langkah-langkah dalam menyelesaikan atau melakukan sesuatu.

Dalam teks prosedur cara atau langkah-langkah tersebut harus disusun secara sistematis dari awal sampai akhir. Tujuannya tentu agar nanti para pembaca dapat mengikuti langkah-langkah yang disajikan di teks prosedur tersebut sehingga bisa menyelesaikan masalah tertentu. 

Misalnya kamu ingin membuat layang-layang, dalam teks prosedur tersebut akan ada alat dan bahan yang akan digunakan dan langkah-langkah yang sistematis dari awal hingga akhir sehingga kamu mampu membuat layang-layang.

Agar lebih memahaminya lanjut ke bab selanjutnya yaitu struktur teks prosedur. 

Struktur Teks Prosedur

Secara umum teks prosedur memiliki struktur antara lain

Tujuan

Tujuan penulisan teks prosedur merupakan bagian yang penting. Tentu saja karena nantinya para pembaca akan mengetahui apa tujuan dari cara atau metode yang disajikan ini. Biasanya tujuan teks prosedur disimpan di judul. 

Namun ada juga yang disimpan di paragraf pertama tergantung penulisnya. Yang terpenting dalam teks prosedur wajib menyertakan tujuan dari penulisan teks prosedur tersebut.

Material

Material biasanya berisi alat dan bahan yang akan digunakan dalam tujuan teks prosedur tersebut. Misalnya dalam pembuatan layang-layang diperlukan bahan-bahan seperti kertas, bambu, lem kertas, benang; dan alat yang digunakan sperti gunting, cutter, pisau, gergaji dan sebagainya.

Selain berisi alat dan bahan, material dalam teks prosedur juga bisa berisi persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan prosedur tersebut. Misalnya teks prosedur dengan judul "Cara Memutihkan Wajah Dengan Alami" maka dalam material dicantumkan "Pastikan sebelum melaksanakan tutorial ini, kamu harus mencuci wajah dengan sabun terlebih dahulu lalu keringkan dengan handuk yang lembut."

Langkah-langkah

Selanjutnya dalam tek prosedur tentunya ada langkah-langkah atau metode untuk melakukan sesuatu. Langkah-langkah tersebut disusun secara berurutan. Tujuannya agar nantinya pembaca dapat memahami dan berhasil melakukan tujuan tertentu sesuai dengan teks prosedurnya.

Kalimat di bagian langkah-langkah biasanya menggunakan kalimat perintah. Kalimat perintah merupakan sebuah kalimat yang berisikan permintaan/ menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu. Misalnya "Guntinglah kertas tersebut sehingga menjadi dua sama besar!" Terkesan ngegas memang, namun itulah salah satu ciri dari kaidah kebahasaan teks prosedur yang selengkapnya akan di bahas pada bab berikutnya. 

Ciri-ciri Teks Prosedur

Dikutip dari blog.ruangguru.com ciri-ciri dari teks prosedur antara lain:
  1. Isi yang disampaikannya rinci dan teliti
  2. Isi yang disampaikannya bersifat informatif
  3. Isinya cenderung objektif
  4. Langkah-langkah yang ada pada teks prosedur bersifat berkelanjutan
  5. Teks prosedur disertai penjelasan yang logis
Selain itu ciri-ciri teks prosedur dari blog.ruangguru.com ada juga pendapat lain terkait ciri-ciri teks tersebut yang Kangenge rangkum dari berbagai sumber. Adapun ciri-ciri dari teks prosedur adalah:

Berisi langkah-langkah berupa point atau paragraf

Dalam penyajiannya, teks prosedur berisi langkah-langkah yang disajikan secara point per point. Namun ada juga yang per paragraf. Namun lebih mudah jika disajikan secara point per point karena isinya jelas dan tidak bertele-tele.

Apabila teks prosedur tersebut tidak menggunakan point-point seperti biasanya, maka konjungsi temporal yang dipakai. Kangenge beri contoh misalnya "Cara Membuat Layang-layang" maka isi/ langkah-langkahnya seperti ini.
Pertama potong terlebih dahulu bilah bambu yang sudah dipersiapkan kira-kira panjangnya 60 cm dengan ketebalan sekitar 2 cm. Lalu raut bilah bambu yang sudah dipotong tersebut hingga halus dan agak membulat. Kemudian setelah bilah bambu selesai diraut...

Langkah-langkah di atas tidak menggunakan point namun menggunakan konjungsi temporal yaitu pertama, lalu dan kemudian. Hal tersebut bisa dilakukan asalkan penggunaan konjungsi tersebut bernar dan isinya jelas tidak membingungkan.

Menggunakan kata kerja aktif

Ciri teks prosedur selanjutnya yaitu menggunakan kata kerja aktif. Kata kerja aktif merupakan kata kerja dimana subjek menjadi pelaku. Kata kerja aktif biasanya berimbuhan me- atau ber-. Seperti memasak, mencuci, melempar dan sebagainya. 

Menggunakan kalimat perintah

Sudah dijelaskan tadi bahwa salah satu ciri teks prosedur adalah menggunakan kalimat perintah. Kalimat perintah merupakan kalimat yang berisi sebuah permintaan/ menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak yang dimaksud. Mungkin hal ini cukup jelas karena tadi sudah dijelaskan.

Berisi informasi yang objektif

Teks prosedur merupakan sebuah teks yang objektif, artinya sesuai dengan kenyataan tidak berbadasarkan khayalan penulis.

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur

Sebagai salah satu teks, teks prosedur tentunya memiliki kaidah kebahasaan tersendiri, adapun kaidah kebahasaan dari teks prosedur antara lain:

Menggunakan kalimat perintah

Sudah dijelaskan tadi bahwa teks prosedur pada umumnya menggunakan kalimat perintah. Kangenge tidak akan menjelaskannya lagi karena di atas sudah dijelaskan.

Menggunakan kata teknis terkait dengan topik yang dibahas

Kata kerja teknis atau istilah dalam teks prosedur akan berkaitan dengan topik yang dibahas. Misalnya dalam teks yang berjudul "Beragam Manfaat Jamur Untuk Kesehatan" yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Tentunya nanti bisa saja ada kata kerja teknis seperti protein, vitamin, kalsium dan sebagainya.

Menggunakan kata kerja material dan tingkah laku

Kata kerja material merupakan kata kerja yang berkaitan dengan aktifitas fisik seperti potong bilah bambu tersebut, tuangkan santan, tempelkan kertas dan lain sebagainya.

Macam-Macam Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki berbagai macam jenis, yang paling umum macam-macam teks prosedur antara lain:

Teks prosedur sederhana

Teks prosedur sederhana merupakan teks yang berisi langkah-langkah yang sederhana. Pada umunya terdiri dari beeberapa langkah saja. Salah satu contohnya adalah teks prosedur cara menyalakan komputer, teks prosedur cara menyalakan televisi dan lain sebagainya. 

Teks prosedur kompleks

Sedangkan teks prosedur kompleks merupakan sebuah teks prosedur yang memiliki banyak langkah tertentu dan berkaitan dengan langkah lainnya. Misalnya teks prosedur pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), teks prosedur mendaftar ke sekolah dan lain sebagainya. 

Contoh Teks Prosedur

Di bawah ini Kangenge sediakan beberapa contoh teks prosedur sesuai dengan tipe teks prosedur.

Contoh teks prosedur sederhana

Cara Manyalakan Televisi

Langkah-langkah

  1. Masukkan kabel power televisi pada stopkontak
  2. Tekan tombol on pada remote atau bisa melalui televisi
  3. Tunggu sampai televisi menyala
  4. Televisi telah menyala selamat menonton 

Contoh teks prosedur kompleks

Cara Membuat Keripik Singkong Balado

Bahan-bahan:

  1. Singkong yang sudah dikupas seberat 500 gram
  2. Minyak goreng secukupnya (untuk menggoreng singkong)
Bahan untuk bumbu:
  1. 5 buah cabe merah segar
  2. 1 siung bawang merah
  3. 1 siung bawang putih
  4. Garam dan penyedap rasa
  5. Gula
Langkah Pengerjaan:
  1. Iris tipis singkong lalu rendam dengan air garam sekitar satu jam
  2. Tiriskan singkong hingga mengering
  3. Goreng singkong dengan api sedang. Pastikan minyak sudah panas merata.
  4. Sambil menggoreng singkongnya, haluskan bahan untuk bumbu kecuali gula dan koreksi rasa.
  5. Tumis bumbu hingga harus lalu tambahkan air masak hingga mendidih
  6. Setelah bumbu mendidih masukan gula sedikit demi sedikit sambil diaduk. Setelah agak mengental kecilkan api hingga api terlihat seperti hampir padam.
  7. Masukan singkong yang sudah digoreng ke bumbu tadi. Aduk-aduk hingga merata.
  8. Matikan api lalu masukan balado singkong ke toples agar singkong balado tetap renyah.
  9. Singkong balado selesai dibuat.

Penutup

Sekian artikel mengenai pengertian teks prosedur, struktur, ciri-ciri dan kaidah kebahasaannya semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terima kasih. Selamat belajar!

Label:

Desember 17, 2020

Kumpulan Contoh Teks Prosedur Membuat Kerajinan Lengkap!

Contoh teks prosedur membuat kerajinan
Contoh teks prosedur membuat kerajinan

Selamat datang di Ilmu Sekolahan, pada kesempatan kali ini Kangenge akan memberikan beragam contoh teks prosedur membuat sebuah kerajinan. Teks prosedur ini terdiri dari beragam kerajinan mulai dari yang berbahan kertas, plastik ataupun kaca. Tentunya bahan-bahan dari kerajinan ini kebanyakan dari barang bekas dan barangnya pun cukup mudah didapatkan.

Namun sebelum kita lanjut ke contoh teks prosedurnya, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu pengertian dan struktur dari teks prosedur tersebut.

Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur merupakan sebuah teks yang berisi langkah-langkah membuat atau melakukan sesuatu. Intinya teks prosedur ini memuat tata cara atau langkah-langkah untuk membuat sesuatu atau melakukan sesuatu. Dari pengertian inilah bisa kita dapatkan bahwa teks prosedur memiliki suatu tujuan tertentu yang harus dicapai.

Misalnya sebuah teks prosedur yang berisi langkah-langkah dalam membuat suatu kerajinan tangan. Berarti tujuan teks prosedur ini adalah membuat kerajinan tangan. 

Atau contoh lain berkaitan dengan suatu aktifitas tertentu. Misalnya dalam teks prosedur tersebut memuat tata cara mengepel lantai. Maka tujuan dari teks prosedur tersebut adalah mengepel lantai.

Teks prosedur memiliki sebuah ciri-ciri yang membedakannya dengan teks lain, ciri-ciri tersebut diantaranya tadi sudah dijelaskan yaitu adanya suatu tujuan tertentu yang harus dicapai.

Struktur Teks Prosedur

Pada umumnya teks prosedur memiliki struktru antara lain:

Tujuan yang ingin dicapai

Tujuan yang ada dalam teks prosedur biasanya terletak pada judul. Misalnya pada teks contoh teks prosedur di bawah ini. Teks prosedur tersebut memiliki judul "Cara Membuat Bingkai Foto dari Kardus Bekas". Maka tujuannya yaitu membuat sebuah bingkai foto yang terbuat dari kardus bekas.

Material

Material berisi berbagai informasi untuk menunjang teks prosedur. Bisa memuat bahan atau alat yang dibutuhkan, syarat-syarat tertentu yang sebelumnya harus dipenuhi sehingga langkah-langkah dapat di lakukan atau lain sebagainya.

Langkah-langkah

Bagian ini berisi rangkaian cara dalam membuat atau melaksanakan sesuatu. Dalam penyusunannya pun harus sistematis sesuai dengan tahapan-tahapannya. 

Secara lengkap pembahasan mengenai teks prosedur tersedia dalam artikel pengertian teks prosedur berikut ini.

Contoh Teks Prosedur Membuat Kerajinan

Di bawah ini terdapat 5 contoh teks prosedur terkait kerajinan.

Contoh teks prosedur membuat kerajinan tangan

Langkah-langkah Membuat Lampu Hias

Salah satu dari kerajinan tangan yaitu lampu hias. Cara membuatnya pun relatif mudah. Kamu tidak memerlukan alat dan bahan yang sulit ditemukan. 

Alat dan Bahan

Beberapa bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat lampu hias diantaranya:
  1. Sendok plastik
  2. Botol air mineral ukuran sedang
  3. Gunting dan cutter
  4. Lem tembak
Langkah-langkah

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan kerajinan lampu hias adalah:
  1. Cuci botol bekas hingga bersih. Jika menggunakan sendok plastik bekas jangan lupa dicuci terlebih dahulu sehingga bersih.
  2. Potong botol bekas yang berukuran sedang menjadi dua menggunakan cutter. Usahakan hasil potongan rapi.
  3. Potong sendok plastik menjadi dua bagian menggunakan gunting atau cutter. Usahakan tiap sendok potongannya sama panjang dan rapi. 
  4. Susun dan tempelkan potongan sendok plastik tersebut pada botol bekas tadi menggunakan lem tembak. Bisa juga menggunakan lem lain asalkan sendok plastik tersebut bisa menempel pada botol plastik dengan baik. Susun hingga memenuhi ukuran botol.
  5. Pastikan lem menempel dengan kuat.
  6. Lampu hias sudah selesai dibuat.

Contoh teks prosedur membuat kerajinan dari barang bekas

Cara Membuat Bingkai Foto dari Kardus Bekas

Alat dan Bahan
  1. Kardus bekas. Usahakan ketebalan kardusnya sama dan tidak terlalu tipis.
  2. Kertas kado/ kertas koran
  3. Kaca dengan ukuran yang dibutuhkan (sesuai dengan ukuran foto yang ingin dipajang)
  4. Gunting dan cutter
  5. Lem kertas
  6. Penggaris dan alat tulis lainnya.
Langkah Pembuatan
  1. Ukur kardus bekas menggunakan penggaris. Sesuaikan dengan ukuran kaca yang sudah dipersiapkan.
  2. Potong dua lembar kardus yang sudah diukur tadi menggunakan gunting atau cutter
  3. Buatlah sekat diantara dua kardus tersebut menggunakan potongan kardus lain yang lebih kecil.
  4. Rekatkan antar kardus tersebut dengan lem kertas.
  5. Buatlah penyangga untuk bingkai foto tersebut menggunakan kertas kardus. Bentuk dan ukurannya disesuaikan sesuai dengan kebutuhan
  6. Pasangkan kaca dengan bingkai kardus tadi. Pastikan kaca diam dan tidak akan jatuh.
  7. Hiaslah menggunakan kertas kado atau kertas koran. Bisa dibungkus seluruhnya atau hanya sebagiannya saja sesuai selera.
  8. Bingkai foto telah selesai dibuat.

Contoh teks prosedur membuat kerajinan dari kertas koran

Cara Membuat Gelas Tempat Pensil dari Kertas Koran

Alat dan Bahan

  1. Kertas koran
  2. Tusuk sate
  3. Lem kertas
  4. Gunting atau cutter
  5. Gelas yang tidak ada gagangnya
Langkah Pembuatan
  1. Potong kertas koran dengan ukuran memanjang dengan panjang 30 cm dan lebar 15 cm
  2. Dengan bantuan tusuk sate gulunglah kertas koran sehingga panjang seperti sedotan. Ujungnya diberi lem sehingga melekat.
  3. Buat gulungan kertas koran ini sebanyak mungkin. 
  4. Dengan bantuan gelas yang tadi dipersiapkan, susun dan rekatkan gulungan kertas koran sehingga menutupi gelas tersebut.
  5. Tunggu hingga kering.
  6. Setelah kering, lepaskan susunan gulungan koran tersebut dari gelas.
  7. Gelas tempat pensil siap digunakan.

Contoh teks prosedur kerajinan dari sedotan

Cara Membuat Hiasan Dinding dari Sedotan

Alat dan Bahan
  1. Sedotan plastik berwarna warni
  2. Kardus bekas
  3. Lem kertas
  4. Gunting dan cutter
  5. Alat tulis
Langkah Pembuatan
  1. Buatlah lingkarang (sesuai selera) dengan menggunakan alat tulis pada kardus bekas. Lalu gunting. 
  2. Dengan beralaskan kardus bekas tadi, susun sedotan plastik sehingga menutupi kardus tersebut. Jangan lupa diberi lem agar bisa melekat kuat dengan kardus.
  3. Usahakan kardus tertutup semua agar terlihat lebih rapi. Biarkan kering
  4. Hiasan dinding sudah selesai dibuat.

Contoh teks prosedur membuat kerajinan dari botol bekas

Cara Membuat Mobil-mobilan dari Botol dan Sandal Bekas

Alat dan Bahan

  1. Botol bekas air mineral 600 ml
  2. Sandak bekas
  3. Tusuk sate
  4. Lem tembak
  5. Gunting dan cutter
  6. Alat tulis
Langkah-Langkah
  1. Buat 4 buah pola lingkaran dengan diameter sekitar 5 cm di sandal bekas
  2. Lalu potong sesuai dengan pola yang sudah dibuat
  3. Siapkan botol bekas, lalu lubangin sehingga tusuk sate bisa masuk dan agak longgar
  4. Buat 4 lubang sehingga membentuk sebuah mobil
  5. Tusuk hasil potongan sandal sehinga terlihat seperti ban. Pastika menggelinding dengan lancar.
  6. Agar lebih kuat pada bagian ban dan tusuk sate lem dengan lem tembak
  7. Mobil-mobilan sudah selesai dibuat.

Penutup

Sekian artikel mengenai contoh teks prosedur membuaat kerajinan semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terima kasih. Selamat berlajar!

Label: ,

Desember 04, 2020

Makalah: Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Makalah tentang komitmen kebangsaan
Makalah tentang kebangsaan


Sebagian dari kita mungkin bisa menyusun dan menulis makalah. Namun ada juga yang kesulitan. Oleh sebab itu pada kesempatakan kali ini Kangenge akan menyajikan sebuah makalah yang berjudul Memperkuat Komitmen Kebangsaan. Makalah ini disajikan untuk memperkenalkan struktur dan bagian-bagian makalah serta menjadikannya sebuah acuan. Tentunya kamu bisa mencomot dan menggunakannya. Namun tetap Kangenge harus ingatkan modifikasilah isi dari makalah ini. Di akhir halaman ini tersedia tombol untuk mengunduhnya.

Contoh Makalah Tentang Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Untuk Cover, daftar isi, daftar tabel dan referensi tidak Kangenge sertakan dalam postingan ini namun kamu bisa melihatnya di pdf yang Kengenge sertakan.

Kata Pengantar

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis diberikan kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan makalah ini dengan judul “Memperkuat Komitmen Kebangsaan”. Solawat dan salam mudah-mudahan tercurah limpahkan kepada junjunan alam Nabi Muhammad Saw. 

Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran PPKN. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik secara materi pembahasan maupun tutur kata dan cara penyampaiannya. Maka dari itu, penulis dengan senang hati menerima semua ide, saran, maupun kritik yang bersifat membangun. Dalam penulisan makalah ini, penulis merasakan berbagai hambatan dan rintangan. Namun, atas bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. 

Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi pembaca dan pihak-pihak yang membutuhkannya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Garut, November 2020

Penulis

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Sebagai warga negara yang memiliki sikap kebangsaan tentu komitmen untuk memperkuat ikatan suatu bangsa sangat diperlukan. Khususnya pada negara Republik Indonesia ini. Indonesia dikenal sebagai negara yang majemuk. Indonesia kaya akan perbedaan. Tercatat Bangsa Indonesia memiliki sekitar  500-an suku bangsa. Banyaknya suku bangsa ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan. 

Salah satu cara memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga negara Indonesia adalah memperkuat komitmen kebangsaan. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk membuat makalah dengan judul “Memperkuat Komitmen Kebangsaan”. 

1.2 Rumusan Masalah

Makalah ini mempunyai rumusan masalah sebagai berikut

  1. Apa pengertian dari komitmen kebangsaan?
  2. Mengapa harus memperkuat komitmen kebangsaan?
  3. Sikap-sikap apa saja yang bisa memperkuat komitmen kebangsaan?

1.3 Tujuan Penulisan

Setelah penulisan makalah ini, penulis berharap:

  1. Bisa mengetahui mengapa memperkuat komitmen kebangsaan itu penting.
  2. Memenuhi tugas dari mata pelajaran PPKN.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan ini adalah:

  1. Mengetahui pengertian komitmen kebangsaan.
  2. Mengetahui alasan mengapa harus memperkuat komitmen kebangsaan.
  3. Mengetahui sika papa saja yang memperkuat komitmen kebangsaan.

BAB II Pembahasan

2.1 Pengertian Komitmen Kebangsaan

Komitmen kebangsaan terdiri dari dua kata yaitu “komitmen” dan “kebangsaan”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komitmen berarti perjanjian (keterikatan) untuk mejalani sesuatu. Selain itu dalam KBBI komitmen berarti kontrak. Dalam arti yang lebih luas lagi komitmen adalah suatu sikap teguh dan bertanggung jawab atas segala tindakan untuk mencerminkan sesuatu. Artinya sebuah komitmen itu perlu keteguhan dan tanggung jawab yang penuh untuk melaksanakannya.

Sedangkan kebangsaan berasal dari kata bangsa. Dalam KBBI bangsa diartikan sebagai kelompok masyarakat yang sama, berasal dari keturunan yang sama, memiliki adat, bahasa, dan sejarahnya yang sama juga. Artinya bangsa ini menunjukan identitas kelompok masyarakat tertentu yang memiliki banyak kesamaan diantaranya persamaan keturunan, adat, bahasa dan sejarah. Sejalan dengan arti tersebut, Rawink juga berpendapat bahwa bangsa merupakan sekumpulan manusia yang bersatu padu atas sebuah wilayah tertentu yang memiliki keterikatan terhadap wilayah tersebut, bagi sekumpulan manusia tersebut, batas teritorial tertentu adalah hal yang paling dapat dilihat dari letaknya dalam geografis atas wilayah tersebut.

Sehingga komitmen kebangsaan merupakan suatu sikap teguh dengan penuh tanggung jawab untuk mencerminkan dan berperilaku sesuai dengan bangsanya sendiri dan mencerminkan seperti apa bangsa tersebut. Artinya komitmen kebangsaan mencerminkan suatu konsep tingkah laku bagaimana suatu bangsa tersebut berperilaku. Perilaku bangsa tersebut dapat terlihat dari komitmen bangsa tersebut.

2.2 Alasan Harus Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Suatu bangsa bisa dikatakan harmonis ketika bangsa tersebut memiliki ikatan dan komitmen yang kuat antar masyarakat se-bangsanya itu. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk. Bangsa Indonesia memiliki berbagai suku bangsa yang tersebar luas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Sehingga hal tersebut bisa dikatakan sebagai alasan harus memperkuat komitmen kebangsaan. 

Komitmen kebangsaan diperlukan untuk mewujudkan cita-cita bangsa itu sendiri. Artinya ketika komitmen kebangsaan terjalin dengan baik makal cita-cita bangsa itu akan terwujud. Selain itu komitmen kebangsaan diperlukan karena adanya tantangan dari bangsa lain. Bangsa lain bisa saja merasukin dan menggerogoti bangsa kita yang notabene mereka lebih pintar daripada kita. Tak dapat dipungkiri bisa saja kita kehilangan jati diri sebagai bangda Indonesia.

2.3 Sikap-sikap Yang Bisa Memperkuat Komitmen Kebangsaan

Sikap seorang warna negara menentukan bagaimana warga negara tersebut bergerak atas negaranya. Bisa saja warna negara tersebut malah tidak mematuhi peraturan dari negara yang dia huni itu. Sikap dan perilaku seseorang bisa memperkuat atau bisa menghancurkan komitmen kebangsaan.

Beberapa sikap yang bisa memperkuat komitmen kebangsaan sering terlihat pada sikap-sikap para pendiri bangsa. Bentuk sikap dan perilaku kebangsaan para pendiri bangsa ini perlu kita teladani. Mereka cenderung bergerak demi kemajuan bangsanya sendiri. Adapun beberapa sikap yang bisa memperkuat komitmen kebangsaan diantaranya:

  • Semangat persatuan dan kesatuan

Sikap ini bisa dikatakan sebagai kunci eratnya komitmen kebangsaan. Dengan semangat persatuan dan kesatuan bisa melahirkan berbagai sikap lain yang nantinya bisa memperkokoh pondasi bangsa. Semangat persatuan dan kesatuan juga sering diperlihatkan oleh para tokoh pahlawan. Mereka senantiasa bersemangat demi menggapai Indonesia yang merdeka.

  • Cinta tanah air

Cinta tanah air ini sudah diikrarkan pada momen Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Salah satu wujud dari mencintai tanah air adalah bangga akan tanah airnya, bangga dan sering menggunakan bahasa Indonesia, berupaya untuk membeli produk-produk lokal dan lain sebagainya.

  • Sikap rela berkorban

Rela berkorban berarti melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan. Artinya seseorang yang rela berkorban, tidak mengharapkan apapun dari hasil kerja yang dia lakukan. Dia secara sukarela menggunakan tenaga, pikiran dan lain-lain hanya untuk kepentingan bersama.

  • Menerima dan menghargai perbedaan

Menerima dan menghargai perbedaan merupakan kunci lahirnya persatuan. Persatuan dapat terwujud jika semua orang mampu menerima dan menghargai perbedaan. Sangat tidak mungkin semuanya sama, pasti ada saja yang berbeda. Namun dalam menyikapi perbedaan tersebut haruslah saling menerima dan menghargai. Perbedaan inilah yang nantinya akan memperkaya dan melahirkan identitas. Seperti halnya Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara yang multicultural. Identitas ini terus saja melekat karena memang keadaanya seperti itu. 

  • Menghargai pendapat orang lain

Salah sebuah forum atau perkumpulan perbedaan dan pertentangan pendapat lumrah terjadi. Semuanya berpendapat untuk satu tujuan bersama. Ketika menghargai pendapat orang lain sudah terlaksanakan nantinya bisa melahirkan sebuah solusi terbaik dan dapat diterima oleh semua elemen yang terlibat.

  • Semangat gotong royong 

Semangat gotong royong ini sudah menjadi ciri khas dan identitas bangsa Indonesia. Ketika bergotong royong, pekerjaan ataupun permasalahan yang awalnya sulit dipecahkan pada akhirnya bisa terselesaikan dengan baik.

BAB III Kesimpulan

3.1 Kesimpulan

Komitmen kebangsaan merupakan suatu sikap teguh dengan penuh tanggung jawab untuk mencerminkan dan berperilaku sesuai dengan bangsanya sendiri dan mencerminkan seperti apa bangsa tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa komitmen kebangsaan merupakan suatu perilaku yang mencerminkan bangsa itu sendiri.

Komitmen kebangsaan menjadi faktor penting dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa. Komitmen kebangsaan diperlukan untuk menciptakan suasana aman dan nyaman bagi bangsanya itu sendiri. Dengan komitmen kebangsaan rasa persatuan dan kesatuan pun dapat terwujud sehingga menggapai cita-cita bangsa bisa tercapai.

Referensi

https://kostrad.mil.id/post_artikel/pentingnya-menjaga-komitmen-persatuan/

Penutup

Sekian artikel tentang Makalah dengan judul Memperkuat Komitmen Kebangsaan. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Selamat belajar!

Label: ,

Mei 05, 2020

Hikayat Bayan Budiman, Unsur Intrinsik dan Amanatnya

Amanat Hikayat Bayan Budiman
Unsur Intrinsik dan Amanat Hikayat Bayan Budiman

Unsur Intrinsik dan Amanat Hikayat Bayan Budiman
| Salah satu karya sastra terkenal yaitu hikayat Bayan Budiman. Cerita "Hikayat Bayan Budiman" yang Kangenge sajikan ini merupakan adaptasi dari hikayat aslinya dan sudah diterjemahkan sehingga lebih mudah untuk dibaca dan dipahami. 

Cerita "Hikayat Bayan Budiman" ini di tulis oleh Ekawati dan didapatkan dari situs resmi badanbahasa.kemendikbud.go.id

Hikayat Bayan Budiman

Cerita Hikayat Bayan Budiman ini menceritakan seekor burung yang dapat berbicara. Burung tersebut bernama Bayan. Burung Bayan ini memiliki sifat yang terpuji seperti manusia. Ia pandai sekali bercerita tentang segala hal yang mempunyai hikmah bagi manusia yang mendengarnya. Beberapa cerita yang sering diceritakan oleh Bayan diantaranya cerita yang beramanatkan kewajiban bersyukur atas segala hal yang didapatkan, cerita yang beramanatkan harus menjadi seorang yang penyayang dan sebagainya. 

Hikayat Bayan Budiman ini merupakan cerita berbingkai artinya ada cerita di dalam cerita. Beberapa sifat dari cerita berbingkai antara lain terdapat sisipan, banyak mengandung kiasan dan sindiran, sering menggunakan karakter binatang dan banyak persitiwa ajaib dalam ceritanya.

Hikayat Bayan Budiman ini memiliki 8 judul cerita, diantaranya:
  1. Burung Bayan
  2. Bayan Ditangkap Orang Tua Penjual Burung
  3. Burung Bayan Dipelihara Saudagar
  4. Saudagar Pergi Berlayar
  5. Bayan Bercerita tentang Istri yang Salihah
  6. Putra Raja Datang Ke Rumah Khoja Maimun
  7. Bayan Bercerita tentang Seorang Istri Durhaka
  8. Bayan Bercerita tentang Saudara yang Berkhianat

Unsur Intrinsik dan Amanat Hikayat Bayan Budiman

Unsur-unsur intrinsik Hikayat Bayan Budiman dibagi menjadi beberapa cerita karena dalam hikayat ini ada beberapa cerita diantaranya:

Burung Bayan

Tokoh dan watak 
  • Bayan, adalah nama seekor burung yang bisa berbicara dan mempunyai sifat yang baik seperti manusia.
  • Raja Bayan, adalah pemimpin sekelompok bayan yang memiliki sifat baik hati, setia kawan, tidak mau berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat, tidak mau berbuat keji. 
  • Seratus ekor bayan, merupakan burung yang kompak, setia kawan, dan baik hati 
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: di pohon, di pohon yang sangat besar, di daun dan ranting.
  • Latar waktu: malam hari dan pagi hari
  • Latar suasana: suka cita
Sudut pandang

Cerita pertama ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema kehidupan di sebuah hutan.

Amanat 
  • Lebih baik diam daripada berbicara yang tidak bermanfaat
  • Kita harus menjaga kekompakan dan solidaritas dengan teman-teman 

Bayan Ditangkap Orang Penjual Burung

Tokoh dan watak
  • Orang tua, watak orang tua yang penyayang terhadap anaknya
  • Anak dari orang tua, wataknya adalah remaja yang optimis
  • 99 ekor bayan, wataknya setia kawan
  • Saudagar, wataknya baik hati
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: hutan, poho yang besar dan pasar
  • Latar waktu: pagi hari
  • Latar suasana: sedih dan gembira
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema tentang kesetiakawanan

Amanat 

Kita harus bersyukur atas segala yang telah diberikan dan menerima takdir yang ditentukan oleh Allah.

Burung Bayan Dipelihara Saudagar

Tokoh dan watak
  • Khoja Maimun, saudagar yang membeli burung. Mempunyai watak baik, penyayang terhadap binatang dan hidup dengan sederhana
  • Istri Khoja Maimun, wataknya cantik dan penurut
  • Anak raja, wataknya menyayangi binatang dan baik hati
  • Dayang, wataknya patuh terhadap majikannya
  • Raja, memiliki sifat yang penyayang
  • Dua burung cemperling, wataknya jahat dan tidak tahu berterima kasih
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: pasar, rumah Khoja Maimun, atas pohon istana, dan pelataran istana
  • Latar waktu: malam dan siang hari
  • Latar suasana: sedih, senang, gelisah dan gembira
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema 

Cerita ini bertema tentang menyayangi binatang 

Amanat 

Kita harus menjadi orang yang tahu terima kasih

Saudagar Pergi Berlayar

Tokoh dan watak
  • Khoja Maimun, wataknya baik hati dan sabar
  • Istri Khoja Maimun, wataknya cantik, ramah, teguh pendirian
  • Warga kampung, wataknya peduli kepada orang lain
  • Putra mahkota, wataknya serakah dan pembohong
  • Dayang, wataknya penurut
  • Mak Inang, sifatnya baik dan penyayang
  • Orang tua berilmu, tamak dan menghormati Putra Mahkota
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Baca juga: Sinopsis dan Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning  

Latar
  • Latar tempat: negeri Yaman, rumah Khoja Maimun, rumah orang berilmu
  • Latar waktu: pagi-pagi sekali, malam hari
  • Latar suasana: sedih, senang, kecewa, putus asa
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema tentang ujian yang dihadapi seorang istri

Amanat

Kita harus setia terhadap pasangan dan tidak boleh mencintai orang lain yang sudah mempunyai pasangan. Intinya jangan serakah

Bayan Bercerita tentang Istri yang Salihah

Tokoh dan watak
  • Bayan, sifatnya baik hati
  • Istri Khoja, wataknya pemalu, lemah iman dan terbuka
  • Mak Inang, memiliki watak sabar dan bertanggung jawab
  • Putra Raja, sifatnya egois dan ingin menang sendiri
  • Sabariah, wataknya baik hati dan penyayang
  • Tuan Putri Ratnadewi, baik hati dan penurut
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: istana, pelataran rumah, neraka, alam kubur, Sungai Kalkausar
  • Latar waktu: pagi hari, tiga hari tiga malam
  • Latar suasana: cemas, sepi, gembira
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema tentang ujian kesetiaan seorang istri

Amanat

Kita harus menghargai orang lain

Putra Raja Datang ke Rumah Khoja Maimun

Tokoh dan watak
  • Bayan, sifatnya baik hati
  • Istri Khoja, wataknya pemalu, lemah iman dan terbuka
  • Mak Inang, memiliki watak sabar dan tenang
  • Putra Raja, agresif
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: istana dan rumah istri Khoja
  • Latar waktu: pagi, siang dan malam hari
  • Latar suasana: sunyi dan gelap
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema tentang percintaan yang haram

Amanat
Janganlah menggunakan kekuasaan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan

Bayan Bercerita tentang Seorang Istri Durhaka

Tokoh dan watak
  • Bayan, sifatnya baik hati
  • Istri Khoja, wataknya setia terhadap suami
  • Laki-laki muda, setia dan menyayangi istri
  • Istri, tidak setia pada suami, tidak kuat iman dan suka ingkar janji
  • Para awak kapal, penakut dan setia
  • Syahbandar, wataknya adil, baik dan suka menolong
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: kampung, tengah laut, di kapal, negara Hindustan
  • Latar waktu: pagi, siang dan malam hari
  • Latar suasana: senang dan sedih
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema tentang percintaan yang haram

Amanat
  • Kita harus setia dan menyayangi pasangan.
  • Tidak boleh ingkar janji
  • Tidak boleh berselingkuh 

Bayan Bercerita tentang Saudara yang Berkhianat

Tokoh dan watak
  • Bayan, sifatnya baik hati dan suka menasehati orang-orang
  • Raja Syahrazin Ziran, penyayang binatang dan baik hati
  • Putri Komariah, seorang istri yang taat pada suami
  • Kiasi, baik tetapi berkhianat
  • Syekh Sakti, sabar dan tidak membeda-bedakan
  • Ratu Komariah, sabar, suka membantu dan taat pada suaminya
Alur

Alur cerita ini menggunakan alur maju.

Latar
  • Latar tempat: negeri Babil, di hutan, istana
  • Latar waktu: sepuluh hari, esok hari
  • Latar suasana: suka cita dan gelisah
Sudut pandang

Cerita kedua ini menggunakan sudut pandang orang ketiga karena menggunakan nama tokoh.

Tema

Cerita ini bertema tentang seorang sahabat

Amanat

Kita harus setia kawan kepada teman

Penutup

Sekian artikel tentang Unsur Intrinsik dan Amanat Hikayat Bayan Budiman semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Terima kasih. Selamat belajar!

Label: ,